Perbedaan KPI Vs OKR, Mana yang Harus Dipakai?

Poin utama:

  • KPI dan OKR merupakan alat ukur kinerja. Perbedaannya, fokus KPI adalah hasil stabil jangka panjang, sedangkan OKR mendorong pencapaian ambisius jangka pendek.
  • KPI menilai efektivitas strategi lewat data masa lalu sehingga cocok bagi perusahaan yang sudah established.
  • OKR mengutamakan langkah strategis dan inovasi masa depan sehingga ideal bagi perusahaan dengan fast-pace-movement.
  • Dalam praktiknya, KPI dan OKR bisa digunakan berdampingan. KPI menjaga performa tetap konsisten, sedangkan OKR memicu terobosan baru.
  • Memilih antara KPI dan OKR harus berdasar tujuan strategis perusahaan agar benar-benar relevan dan memberi dampak nyata. 

Perusahaan mana pun pasti selalu berupaya mencapai target dan meningkatkan kinerja bisnis. Nah, dua alat populer yang sering digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan adalah OKR dan KPI. 

OKR dan KPI memiliki fungsi yang sama, tapi pendekatannya berbeda. Perbedaan itulah yang sering membuat tim bingung saat menentukan alat ukur yang tepat untuk mencapai target atau kinerja. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan KPI dan OKR sejak awal.

Dengan begitu, kamu dapat memilih metode pengukuran kinerja yang paling sesuai, proses pencapaian tujuan, dan penetapan strategi bisnis perusahaan lebih terarah dan efisien.

Apa Itu KPI? 

1. Definisi KPI 

KPI adalah singkatan dari Key Performance Indicators yang berarti alat untuk mengukur kinerja suatu organisasi atau performa karyawan maupun tim dalam mencapai target tertentu. 

KPI sering digunakan untuk memantau kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk aspek penjualan, kepuasan pelanggan, atau proyek spesifik.  

Fokus utama KPI adalah indikator kinerja utama yang menunjukkan seberapa baik performa perusahaan menuju pencapaian tujuan jangka panjangnya.

Dalam praktiknya, metode pengukuran KPI dilakukan berdasarkan lagging indicators atau data masa lalu yang digunakan untuk membantu mengukur tingkat ketercapaian target sebelumnya. 

Karena berbasis data yang sudah ada, target KPI pun sering bersifat kuantitatif dan sangat terukur. Misalnya, jumlah penjualan atau tingkat kepuasan pelanggan. 

2. Fungsi KPI dalam Bisnis 

Menurut Investopedia, fungsi utama KPI dalam bisnis adalah memberikan alat pengukuran yang memungkinkan perusahaan mengukur performa secara obyektif. 

KPI lebih berfokus pada pengukuran target kinerja jangka panjang, sehingga mampu memberi gambaran tentang efektivitas strategi bisnis yang telah diterapkan. 

KPI juga membantu mengidentifikasi performa di area bisnis mana yang perlu ditingkatkan, sebagai mitigasi risiko sebelum masalah besar muncul. 

Misalnya, jika tingkat kepuasan pelanggan turun, KPI yang tepat bisa menjadi acuan bagi manajemen untuk segera mengambil langkah atau kebijakan yang sesuai.  

3. Contoh KPI yang Umum Digunakan 

Dalam menentukan KPI, idealnya indikator tersebut perlu memenuhi prinsip SMART.

Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh KPI yang umum digunakan untuk mengukur keberhasilan kinerja di berbagai sektor bisnis: 

– Tingkat kepuasan pelanggan 

KPI ini digunakan untuk mengukur seberapa puas pelanggan dengan produk atau layanan perusahaan.

Metode pengukurannya bisa melalui survei kepuasan, ulasan pelanggan, atau Net Promoter Score (NPS). 

Kepuasan pelanggan yang tinggi mencerminkan kualitas layanan baik dan loyalitas kuat. Dampaknya, pendapatan perusahaan pun bisa lebih profit. 

Contoh KPI: Mencapai skor NPS 45/100 atau lebih dalam waktu 6 bulan, berdasarkan hasil kinerja Q4 sebesar 42/100 poin. 

– Revenue growth (pertumbuhan pendapatan) 

Contoh KPI yang satu ini berkaitan dengan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Pertumbuhan pendapatan didapatkan dengan cara mengukur peningkatan penjualan atau pendapatan perusahaan dari waktu ke waktu, entah itu secara bulanan, kuartalan, atau tahunan. 

Contoh target KPI: Mencapai pertumbuhan pendapatan 18% year-to-date di Q4 2025 menggunakan strategi marketing baru, dibandingkan periode Q4 2024 yaitu 16,5% year-to-date

– Customer Acquisition Cost (CAC) 

KPI ini menghitung biaya yang diperlukan untuk mendapat pelanggan baru. CAC penting untuk mengetahui tingkat efisiensi strategi pemasaran dan penjualan.

Dalam praktiknya, KPI ini membantu perusahaan mengoptimalkan anggaran pemasaran agar tidak boros. 

Contoh target KPI: Menurunkan rata-rata CAC hingga Rp80.000 per pelanggan baru selama Q2 dengan cara mengoptimalkan channel berbiaya tinggi, setelah di Q1 mencapai Rp88.000 per pelanggan baru. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *